Tampilkan postingan dengan label REFERENSI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label REFERENSI. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Mei 2013

STANDARDISASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH

0

            Setandadisasi berasal dari kata dasar standar mendapat sufiks -isasi yang mengandung nosi/arti membuat jadi. Dalam hal ini standardisasi dimaksudkan seperangkat langkah-langkah untuk membuat jadi ”Perpustakaan Sekolah yang standar” Karena itu standardisasi dalam tulisan seerhana ini memberi gambaran ”perpustakaan sekolah yang standar  berdasarkan ” Badan Standardisasi Nasional, Standar Nasional Indonesia : Perpustakaan Sekolah, 2010”.
            Perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar dan bagian integral dari sekolah bersama-sama dengan sumber belajar lainnya bertujuan mendukung proses kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan pendidikan sekolah yang bersangkutan. SNI 7329:2009 tentang Perpustakaan Sekolah dimaksudkan untuk menyediakan acuan tentang manajemen perpustakaan yang berlaku pada perpustakaan sekolah baik negeri maupun swasta yang meliputi pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
             Pemerintah menetapkan kebijaksanaan khususnya dalam pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan informasi bagi semua masyarakat Indonesia yang diarahkan untuk meningkatkan kecerdasan bangsa serta meningkatkan kemampuan untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan. Mengingat betapa pentingnya keberadaan perpustakaan di pedesaan sebagai salah satu sarana/media yang amat efisien dan efektif untuk mendapatkan informasi, maka dipandang perlu untuk mengetahui penyelenggaraan pepustakaan Desa/Kelurahan, dan hal ini didukung dengan adanya SNI 7596:2010 tentang, Perpustakaan Desa/Kelurahan yang dimaksudkan untuk menyediakan acuan tentang organisasi dan penyelenggaraan, koleksi layanan, tenaga serta sarana prasarana yang berlaku pada perpustakaan desa.
            Ruang lingkup Standar perpustakaan sekolah ini menetapkan dasar pengelolaan perpustakaan sekolah. Standar ini berlaku pada perpustakaan sekolah baik negeri maupun swasta yang meliputi : (1)  Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs), atau bentuk lain yang sederajat; (2). Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas (SMA), madrasah aliyah (MA), sekolah menengah kejuruan (SMK), dan madrasah aliyah kejuruan (MAK), atau bentuk lain yang sederajat.
            Misi perpustakaan sekolah yaitu : ( 1)Menyediakan informasi dan ide yang merupakan fondasi agar berfungsi secara baik di dalam masyarakat masa kini yang berbasis informasi dan pengetahuan;( 2)Merupakan sarana bagi murid agar terampil belajar sepanjang hayat dan mampu mengembangkan daya pikir agar mereka dapat hidup sebagai warga  negara yang bertanggung jawab.
            Perpustakaan sekolah bertujuan menyediakan pusat sumber belajar sehingga dapat membantu pengembangan dan peningkatan minat baca, literasi informasi, bakat serta kemampuan peserta didik.
            Perpustakaan memperkaya koleksinya dan menyediakan materi perpustakaan dalam berbagai bentuk media dan format dalam rangka mendukung proses belajar mengajar di sekolah.
            Perpustakaan sekolah mengembangkan koleksinya disesuaikan dengan kegiatan proses belajar mengajar di sekolah. Dalam upaya meningkatkan minat baca, pengembangan koleksi diarahkan pada rasio satu murid sepuluh judul buku. Perpustakaan menambah koleksi buku per tahun sekurang-kurangnya 10% dari jumlah koleksi.
            Perpustakaan melanggan minimal satu judul majalah dan satu judul surat kabar yang terkait dengan kelangsungan proses pembelajaran.
            Perpustakaan menyediakan buku pelajaran pelengkap yang sifatnya membantu atau merupakan tambahan buku pelajaran pokok yang dipakai oleh siswa dan guru. Perpustakaan wajib menyediakan bacaan yang mendukung kegiatan pembelajaran di sekolah yang meliputi koleksi non fiksi yang terkait dengan kurikulum dan koleksi buku fiksi dengan perbandingan 60 : 40
            Koleksi materi perpustakaan referensi minimal meliputi kamus umum bahasa Indonesia dan kamus bahasa Inggris (untuk pendidikan dasar dan menengah), kamus bahasa daerah, kamus bahasa Jerman, Prancis, Jepang, Arab, Mandarin (untuk pendidikan menengah), kamus subyek, ensiklopedi, sumber biografi, atlas, peta, bola dunia, serta buku telepon.
Perpustakaan menyediakan akses sumber informasi elektronik termasuk internet.
            Pengolahan dan perawatan materi perpustakaan diorganisasikan agar dapat ditemubalik secara cepat dan tepat., dideskripsikan, diklasifikasi dan disusun secara sistematis dengan menggunakan : Pedoman deskripsi bibliografis; Bagan klasifikasi;Pedoman tajuk subjek dan atau tesaurus;  Pedoman penentuan tajuk entri utama. Perawatan materi perpustakaan meliputi kegiatan yang bersifat pencegahan dan penanggulangan kerusakan.
            Sumber Daya Manusia,:  seperti: (1) Kepala perpustakaan  yang memimpin dan  bertanggung jawab kepada kepala sekolah.  Kualifikasi kepala sekolah perpustakaan sekolah atau tenaga kependidikan dengan pendidikan minimal diploma dua di bidang ilmu perpustakaan dan informasi atau diploma dua bidang lain yang sudah memperoleh sertifikat pendidikan di bidang ilmu perpustakaan dan informasi dari lembaga pendidikan yang terakreditasi.( 2). Tenaga perpustakaan sekolah sebagai tenaga teknis berpendidikan minimal pendidikan menengah serta memperoleh pelatihan kepustakawanan dari lembaga pendidikan dan pelatihan yang terakreditasi. Pengembangan sumber daya manusia Perpustakaan memberikan kesempatan untuk pengembangan sumber daya manusianya melalui pendidikan formal dan nonformal kepustakawanan.
            Layanan Perpustakaan Perpustakaan minimal melakukan layanan antara lain (1). Layanan sirkulasi Jasa perpustakaan untuk meminjamkan materi perpustakaan bagi pengguna sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (2). Layanan referensi Jasa perpustakaan dalam menjawab pertanyaan, menelusur dan menyediakan materi perpustakaan dan informasi sesuai dengan permintaan pengguna dengan mendayagunakan koleksi referensi. (3). Pendidikan pengguna Kegiatan perpustakaan yang bertujuan menjadikan pengguna mampu mendayagunakan koleksi perpustakaan secara mandiri sesuai dengan kebutuhannya.
            Jam buka perpustakaan, Waktu yang diberikan oleh perpustakaan untuk memberikan layanan kepada pengguna minimal delapan jam sehari.
            Dalam Penyelenggaraan Perpustakaan Setiap sekolah menyelenggarakan perpustakaan sekolah, sebagai bagian integral dari sekolah berada di bawah tanggung jawab kepala sekolah.  Dan sebagai sumber belajar, kedudukannya sejajar dengan sumber belajar lainnya. Perpustakaan sekolah juga merupakan  unit kerja yang melakukan kegiatan/fungsi pengadaan, pengolahan, penyimpanan, dan pendayagunaan materi perpustakaan untuk mendukung pembelajaran.
            Kegiatan dan fungsi tersebut dalam bidang perpustakaan dikelompokkan menjadi duaL1). layanan teknis yaitu kegiatan pengadaan dan pengolahan materi perpustakaan;(2). Layanan pembaca yaitu kegiatan yang memberikan layanan kepada pengguna perpustakaan. 
            Untuk melaksanakan fungsi tersebut, perpustakaan sekolah dipimpin oleh kepala perpustakaan sekolah yang ditunjuk/ditetapkan berdasarkan surat tugas/surat keputusan kepala sekolah. Unit perpustakaan sekolah dalam struktur organisasi sekolah:
STRUKTUR OTGANISASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH1. STRUKTUR ORGANISASI  PERPUSTAKAAN SEKOLAH   (MAKRO) :
2. STRUKTUR ORGANISASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI BERIKUT (SECARA MICRO):

STRUKTUR ORGANISASI PERPUS(MICRO)
            Perpustakaan menyediakan ruang yang cukup untuk koleksi, staf dan penggunanya. Perpustakaan menyediakan ruang dengan luas sekurang-kurangnya untuk SD/MI 56 m², untuk SMP/MTS 126 m², SMA, MA, SMK dan MAK 168  m². Area koleksi seluas 45% dari ruang yang tersedia, area baca pengguna seluas 25% dari ruang yang tersedia, area staf perpustakaan seluas 15% dari ruang yang tersedia, area lain-lain seluas 15% dari ruang yang tersedia.  
            Perpustakaan menyediakan sekurang-kurangnya rak buku, lemari katalog, meja dan kursi baca, meja dan kursi kerja, meja sirkulasi, mesin tik/perangkat komputer dan papan pengumuman/pameran.
Sekolah menjamin tersedianya anggaran perpustakaan setiap tahun sekurang-kurangnya 5% dari total anggaran sekolah di luar belanja pegawai dan pemeliharaan serta perawatan gedung.
Perpustakaan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk keperluan pengguna.
Perpustakaan menyelenggarakan kerjasama dengan pendidik serta kerjasama dengan perpustakaan dan atau badan lain untuk meningkatkan mutu pendidikan.
            Dari uraian di atas  standardisasi perpustakaan sekolah diharapkan dengan kerja sama dengan pihak-pihak terkait, khususnya Kepala Sekolah, Perpustakaan Sekolah dapat menyelenggarakan perpustakaan yang sesuai dengan standar, atau paling tidak ada upaya melakukan pembenahan, sehingga perpustakaan akan semakin berkembang menuju perpustakaan yang lebih baik untuk melayani mayarakat.
Selain itu penulis berpendapat bahwa  standardisasi perputakaan sekolah dapat terwujud jika pemerintah secara aktif  mendukung standardisasi ini dengan usaha-usaha penyediaan fasilitas sarana, prasarana, penambahan koleliksi buku, dan non buku, juga peningkatan kualitas perguruan tinggi jurusan perpustakaan.

DAFTAR PUSTAKA
                                                                                                                       

Badan Standardisasi Nasional, Standar Nasional Indonesia : Perpustakaan Sekolah, 2010.




Read More

Selasa, 26 Februari 2013

PEMBIMBINAAN BAHASA INDONESIA di SMKN10 MALANG(2)

0
INGIN MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA ?

Ingat beberapa hal:
NURIL ANWAR 0011. Mengapa sikap badan harus tegak? Hal ini akan menambah semangat membaca secara intensif juga untuk kesehatan tulang punggung sampai masa tua nanti, tapi sebaliknya. . . . .
2.jANGKAUAN MATA SEKALI PANDANG HENDAKNYA SUDAH DAPAT MENGUASAI MEDAN TEKS SEHINGGA MEMBACANYA CENDERUNG baris demi baris BUKAN KATA perkata,
3. LOMPATAN MATA CENDERUNG MELIHAT BARIS PERTAMA BERGERAK SAMPAI BARIS PALING BAWAR
4. GERAK BOLA MATA DILARANG BERGERAK DARI KIRI SAMPAI KE KANAN YANG MENYEBABKAN MEM, BACA KITA KATA perkata yang menghambat KECEPATAN MEMBACA APA LAGI DENGAxN MENGFGELENG-gelengkan kepala AKAN MENGUIRANGNGI ENERGI UNTUK KONSENTRASI MEMBACA.
5. DILARANG menggunakan jari telunjuk ATAU ALAT BANTU YANG MENYEBABKAN CARA MEMBACA KITA DARI KATA perkata YANG SANGAT MNENGURANBGI KECEPATAN MEMBACA.
5. MEEMBACA dengan suara nyaring PUN AKAN MENAMBAH EGERGI YANG KITA PERLUKAN SEHINGGA DAPAT MENGURANGI ENERGI UNTUK berkonsentrasi DALAM MEMBACA CEPAT.
6. MEMBACA REGRESIF YANG DENGAN MENGULANG-ULANG KATA YANG SANGAT menghambat KECEPATAN MEMBACA ITU CENDERUNG MENGHAFAL BUKAN MEMAHAMI ISI BACAAN SEHINGGA MENJADI PENYEBAB TERJADINYA VERBALISME DALAM PEMBELAJARAN.
7. MEMBACA DENGAN BERHENTI SEBENTAR TIAP PARANGRAF untuk menanyakan tenta APA / APA IDE pokoknya SANGAT MEMBANTU PENINGKATAN KECEPATAN MEMBACA KITA (robet lado), BILA SETIAP PARAGRAF DICATAT IDE pokoknya berarti kamu telah MELAKUKAN MEMBACA CEPAT DENGAN TEKNIK skimming.
8. BILA KAMU INGIN MENGETAHUI INFORMASI SECARA CEPAT DENGAN MELIHAT DAFTAR ISI, atai INGIN MENGETAHUI KATA SULI DENGAN MELIHAT urutan abjad DI KAMUS, DAFTAR IONDEK, ATAU BUKU TELEPUN berarti kamu telah membaca cepat dengan menggunakan teknik scanning,
(Anak-anak inilah hasil diskusi teman-teman Mu yang dipilih dan dikuatkan pak Guru sebagai jawaban yang benar,)
 
Read More

PEMBINAAN BAHASA INDONESIA(5)

0
gambar 6 kbm mm2Memulai Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMKN 10 Malang Para siswaku yang saya sayangi, Mengapa sih,kita masih harus belajar Bahasa Indonesia di SMK ini? Padahal kalian telah bisa berbahasa Indonesia, bahkan 6 tahun di SD, dan 3 tahun di SMP sudah belajar bahasa Indonesia secara formal. Sudah bisakah Anda membedakan bahasa Indonesia edengan orang tua dan berbahasa Indonesia dengan teman sejawat, baik lafalnya, pilihan katanya, ejaannya,dsb.? Pada awal semester tahun pelajaran 2012-2013 ini mArilah kita atur niat kita, karena setiap pekerjaan itu bergantung pada apa yang kita niatkan. Nah dalam memulai pembelajaran bahasa Indonesia khususnya di SMK hendaklah kita perhatikan tiga hal yang akan melandasi pembelajaran kita nanti, a.l.: 1. sekitar 10 % kita lakukan "How to know" tujuannya agar mampu memahami pengetahuan Bahasa Indonesia yang memadai sesuai dengan jenjang pendidikan, misalnya siswa kelas X Semester Gazal SMK yaitu memahami pengetahuan"knowledge" yang berkaitan dengan kompetensi Dasar yang tertera di program pembelajaran kita. Proses yang harus ditempuh siwa: menyimak ketrerangan guru, membaca buku materi, dan sering tanya jawab. 2. Sekitar 80 % kita harus melakukan@How to aplication?" dengan cara melakukan tugas-tugas dan latiohan berbahasa yang diberikan guru. Proses ini bertujuan agar siswa mampu menggunakan Bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai dengan 'ketupat'(keadaan ,waktu, dan tempat,sehyingga dapat menerapkan pemakaian Bahasa Indonesia sesuai dengan konteks dan kepada siapa dia berbicara. 3. Sekitar 10% peserta didik diajar untuk bersikap positif terhadap Bahasa Indonesia sesuai dengan amant UUD 1945 pasal 15, dan butir ketiga Sumpah Pemuda dalam konggres Bahasa Indonesia II tahun 1928 yang dipimpin oleh Bapak Soegondo Joyo Puspito yang dibantu oleh M-Bapak Moch. Yamin, S.H. Bersikap positif dalam tulisan ini ditafsirkan adanya perasaan hormat, tidak meremehkan, dan siap, serta komit untuk menggunakannya dengan benar dan baik sesuai dengan konteks pembincaraan serta melihat siapa mitra tuturnya. Demikian sekedar pengarahan dari guru Bahasa Indonesia kelas X SMKN 10 Malang dengan harapan dapat dijadikan dasar memulai pembelajaran di SMKKN 10 yang tercinta ini. NURIL ANWAR,S,Pd.
Read More

PEMBINANAAN BAHASA INDONESIA SMKN 10 MALANG(4)

0

PENGARUH PEMBENTUKAN KATA(PROSES MORFOLOGIS TERHADAP PERUBAHAN KELAS KATA:
CONTOH:
KATA DASAR ! KATA BERIMBUHAN! KATA ULANG
HINA- MENGHINA(KATAKERJA)
      DIHINA (KATA KERJA PASIF}
      DIHINAKAN(KATA KERJA)
      MENGHINAKAN(KATA KERJA} 
      MENGHINA-HINA (KATA KERJA)
      DIHINA-HINA (KATA KERJA)
      PENGHINA(KATA BENDA)
      PENGHINAAN(KATA BENDA)
      PENGHINAAN-PENGHINAAN(KATA KATA BENDA JAMAK}
      TERHINA(KATA KEADAAN/KATA KERJA PASIF BILA BERMAKNA DI)

BERDASARKAN CONTOH DI ATAS TANPA BERPIKIR  SECARA DALAM SUDAH JELAS BAHWA DENGAN PERUBAHAN BENTUK KATA DAPAT MENGUBAH KELAS KATA, BENARKAN ANAK-AAK?

CONTOH PENGGUNAAN:
HINALAH ORNGA YANG MEMANG PANTAS UNTUK DIHINA DAN SUKA MENGHINA ORANG YANG TAK PANTAS DIHINA, DAN JANGAN SEKALI-KALI MENGHINA ORANG YANG SEHARUSNYA TIDAK PANTAS UNTUK DIHINA ATAU DIA TIDAK SUKA MENGHINA ORANG LAIN, KARENA PENGHINAAN KEPADA ORANG YANG TAK PANTAS UNTUK DIHINA, MAKA PELAKUNYA AKAN MERASA TERHINA SENDIRI DAN TERHINA DI HADAPAN ALLAH 
Read More

PEMBINAAN BAHASA INDONESIA SMKN 10 MALANG(3)

0
BENARKAH KATA DASAR ITU BILA DIULANG TIDAK MENGUBAH KELAS KATA?
PERHATIKAN CONTOH DULU:
KATA DASAR-KATA ULANG:
TULIS(KATA KERJA) : TULIS-MENULIS(KATA KERJA)
MURID(KATA BENDA): MURID-MURID (KATA BENDA}
PANDAI(KATA KEADAAN) : PANDAI-PANDAI(KATA KEADAAN}
LIMA(KATA BILANGAN) : LIMA-LIMA(KATA BILANGAN)
MALAM(KETERANGAN WAKTU) : MALAM-MALAM(KETERANGAN WAKTU)
DIA(KATA GANTI ORANG : DIA-DIA (KATA GANTI ORANG)
BERDASARKAN BEBERAPA CONTOH DI ATAS TANPA BERPIKIR PANJANG DAPAT KITA SIMPULKAN BAHWA PROSES REDUPLIKASI/PERULANGAN ITU TIDAK MENGUBAH JENIS KATA/KELAS KATA.
Read More

PEMBINAAN BAHASA INDONESIA DI SMKN 10 MALANG

0


MEMBACA CEPAT DENGAN TEKNIK SKIMMING
Membaca cepat dengan teknik skimming merupakan salah satu tekniuk membaca cepat dengan cara menangkap ide pokok setiap paragrafnya.
Ide pokok atau gagasan utama sering disebut dengan tema paragraf, karena gagasan tersebut menjiwai seluruh isi pargraf., jadi setiap paragraf hanya mengandung satu ide pokok sebab satu paragraf merupakan hasil pengembangan satu ide pokok menjadi satu kalimat panjang, atau beberapa kalimat yang secara sistematis, herarchis(berurutan) dan koheren(padu), sehingga tidak ada satu kalimat pun yang menyimpang dari ide pokok tersebut(kalimat sumbang)
Ide pokok dapat dikembangkan awal paragraf, awal dandipertegas pada akhir, pada akhir paragraf, bahkan bisa tersebar di seluruh kalimat dalam paragraf tersebut. Kalimat yang merupakan tempat dituangkan/dikembangkannya ide pokok disebut kalimat utama/kalimat topik. dan posisi kalimat utama dalam paragraf sesuai dengan letak ide pokok.
Logikanya untuk dapat dengan cepat menangkap ide pokok setiap paragraf kita dapat dilakukan deng cara mengidentifikasi jenis paragraf dengan menentukan hubungan antar kalimat, mana kalimat yang diterangkan dan mana kalimat yang berp[osisi sebagai penjelas. Maka kalimat yang berposisi sebagai yangijelaskan/D dapat diprediksi sebagai kamat utama dan di situlah dapat kita cari ide pokoknya. Bila cara ini sudah kita lakukan kita mengalami kesulitan dapat dipastikan bahwa paragraf tersebut ide pokoknya tertuang diseluruh kalimat dalam paragraf sehingga tidak ada kalimat yang dijelaskan dan tidak ada kalimat yang berposisisi sebagai penjelas. Paragraf semacam ini sering kita jumpai pada paragraf menyebar(naratif, dan deskriptif. dan cara menemukan ide poko cukup berhenti sejenak dan bertanya"tentang apa paragrafini"
Nah, para peserta didik,
 akan lebih jelasnya kita praktikkan pada acara pembinaan Bahasa Indonesia di SMKN 10 Malang yang akan datang.

Contoh
Adikku nakal sekali. Setiap hari pekerjaannya selalu membuat onar saj, baik di sekolah maupun di rumah. Di sekolah sering temn putri menangis gARa-gra tasnya disembunyikan adikku.Di rumah ia bergabung dengan teman-teman yang makal yang menamakan diri sebagai KANSAS(Kami anak Nakal suTU SAAT AKAN sADAR). dI JALANAN UMUM Merekasering kebut-kebutan, sehingga mengganggu kelancaran lalulintas.
Berdasarkan analisis hubungan atar kalimat, kalimat pertama berposaisi sebagai kalimat yang dijelaskan oleha kalimat-kalimat lain yITU NO 2,3, DAN 4. pARAGRAF semacam ini jelas disebut paragraf awal dan ide pokoknya tertuang dalam kalimat pertama. Karena kalimat utama merupakan pengembangan dari ide pokok, maka cara menentukan ide pokok adalah dengan mencari kata kunci dan moment/penjelas, sedang keterangan atau perluasannya harus dibuang.
Dalam kalimat pertama kata kuncinya adalah"adikku" dan momentnya adal;ah"nakal, sedang bagian lain hanyalah hasil perluasan dari ide pokok.Dalam haini dapat dipastikan bahwa paragraf tersebut ide pokoknya adalah "Adikku nakal".
Bila kesimpulan kalimat utama atau terdapat pada akhir paragraf, maka tugas kita tinggal mwenemukan kata kunci dan moment/dari kalimat terakhir dengan membuang kata-kata/klausa perluasannya.
Catatan: Teknik semacam ini dapat kita lakukan bila yang kita gunakan adalah jenis paragraf berdasarkan letak ide pokok. Bila tinjauan jenis paragraf yang kita gunakan adalah pola pengembangan gagasan, maka caranya pun akan berbeda pula.
Read More

PEMBELAJARAN WICARA DENGAN TEKNIK PENILAIAN SEJAWAT DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN

0
PEMBELAJARAN WICARA DENGAN TEKNIK PENILAIAN SEJAWAT DAPAT MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN, NURILL ANWAR, S.Pd.
[caption id="attachment_1873" align="aligncenter" width="584"]peer-assismant-xtkj-4 peer-assismant-xtkj-4[/caption] KEMAMPUAN DASAR:
1.Menggunakan kalimat yang baik, tepat, dan santun
2. Bercakap-cakap secara sopan dengan mitra bicara dalam konteks bekerja
KEGIATAN PEMBELAJARAN:
1. PENDAHULUAN
*, PEMBENTUKAN KELOMPOK BELAJAR 3- 4 SISWA PER KELOMPOK.
* CURAH PENDAPAT GURU-SISWA TENTANG BENTUK-BENTUK LATIHAN/TUGAS YANG DAPAT MENUNJANG KEMAMPUAN DASAR.
* GURU MENGARAHKAN TUGAS DASAR YANG HARUS DILAKUKAN OLEH SETIAP SISWA DALAM KELOMPOKNYA MASING-MASING.
TUGAS YANG DAPAT DIPILIH, AL.:
1. NYIAPKAN TEKS PENGUMUMAN SESUAI DENGAN FORMAT DALAM MODEL DI BUKU PEGANGAN (TEMA BEBAS).
2. MENYIAPKAN TEKS PUISI YANG DITULIS SENDIRI DENGAN TEMA MORAL.
3. SETIAP SISWA WAJIB MEMILIH SALAH SATU TUGAS KEMUDIAN DITAMPILKAN SECARA LISAN DI DEPAN KELOMPOKNYA, SEDANG TEMAN LAIN BERTUGAS
MEMBERI PENILAIAN DENGAN MENGGUNAKAN RUBRIK KOMUNIKASI TULIS YANG DISIAPKAN GURU.
2. KEGITAN INTI:
* MASING-MASING KELOMPOK MELAKUKAN PENILAIAN SEJAWAT TERHADAP SETIAP PENAMPILAN TEMANNYA DI DALAM KELOMPOKNYA MASING-MASING.
* SETIAP KELOMPOK WAJIB MELAPORKAN HASIL PENILAIAN SEJAWAT YANG DIDAFTAR BERDASARKAN PERINGKAT PENYAJI YANG TERBAIK.
* DARI MASING-MASING KELOMPOK AKAN DITUNJUK GURU UNTUK MEMPRESENTASIKAN KARYANYA DI DEPAN KELAS SECARA LISAN UNTUK DIKOMENTARI OLEH KELOMPOK LAIN.
Read More